5 Mitos Keliru Seputar Milenial Soal Keuangan

23 Januari 2019

5 Mitos Keliru Seputar Milenial Soal Keuangan

Kalau berbicara mengenai milenial memang tidak ada habisnya! Karena kalau dilihat, justru oleh kalangan milenial lah, dunia banyak digebrak oleh sepak terjangnya. Mereka bisa dengan mudah mematahkan dominasi restoran cepat saji dengan bisnis restonya yang unik & kreatif. Berkat mereka pula, pembayaran elektronik mudah menjamur, belanja online mendominasi, stasiun TV bersaing dengan penyedia konten personal di YouTube, dan banyak lagi!

Nah, menarik kalau kita menyimak artikel dari Forbes. Dari serangkaian apa pun yang bisa dilakukan oleh kalangan milenial, ternyata sebagian besar dari mereka punya kelemahan kecil namun sangat penting. Yaitu mereka banyak yang lemah dalam hal mengatur keuangannya. Bahkan diklaim bahwa tidak banyak di antara mereka menabung untuk bekal masa pensiun mereka! Itu fakta atau mitos? Baiknya kita simak 5 mitos mengenai milenial seputar keuangan versi Forbes berikut ini:

Mitos 1: Generasi Milenial Tidak Menabung untuk Masa Pensiun

Mitos yang menarik untuk diungkap. Memang sepintas para milenial terlihat tidak peduli dengan investasinya untuk masa-masa pensiun. Padahal kalau ditelaah, mereka tidak memiliki tabungan pensiun bukan karena mereka tidak memikirkannya. Penelitian dari Pew Charitable Trusts mengungkap fakta bahwa 2/3 milenial tidak memiliki tabungan pensiun. Tapi fakta dari The National Institute on Retirement Security AS, menambahkan bahwa dari kalangan milenial yang layak bisa menabung pensiun, 9 dari 10 orang mau untuk memiliki tabungan pensiun.

Namun sayangnya, keinginan mereka untuk menabung pensiun sering terkendala dari tempat dia bekerja di mana mereka kurang diberi akses untuk memilikinya. Bahkan, sekalinya mereka menabung pensiun, kemampuan investasinya luar biasa. Mengacu Transamerica Center for Retirement Studies, kalangan milenial mampu mengalokasikan 10% penghasilannya untuk ditabung untuk pensiun. Angka ini sama dengan generasi Baby Boomer (54 - 72 tahun) bahkan lebih baik dari Generasi X (38 - 53 tahun) yang hanya mampu mengalokasi 8% dari penghasilan.

Mitos 2: Generasi Milenial Buang-Buang Uang untuk Hal-Hal Sepele

Mitos ini juga tidak kalah favorit hasil surveinya. Mungkin karena beranggapan kebiasaan menabung susah di kalangan ini, milenial sering dicap generasi yang sangat suka foya-foya dan pastinya boros. Suka menghabiskan uangnya dengan nongkron di kafe, mall, coffee shop, atau bahkan suka traveling kemana pun mereka suka, bahkan tempat tujuan yang terbilang mahal & bombastis.

Kalau dilihat kenyataannya, menurut analisis NerdWallet dari Survei Pengeluaran Konsumen 2017 di AS lalu, generasi milenial justru sebenarnya menghabiskan lebih sedikit penghasilannya dibandingkan generasi lain dalam beberapa kategori yang dapat dianggap remeh, termasuk pakaian, hiburan, dan alkohol, lho!

Mitos 3: Generasi Millenial adalah Kutu Loncat dalam Hal Pekerjaan

Banyak anggapan bila sebuah perusahaan merekrut generasi milenial akan beresiko turn over-nya di mana mereka akan dengan gampangnya keluar dan masuk perusahaan. Belum lagi faktor 'kemanjaan' mereka yang selalu mengedepankan kemudahan, kepraktisan & ego, ada saja di kalangan milenial malah dianggap lebih 'santai' dalam menyikapi berkarir dalam pekerjaan, tidak seserius dibanding generasi sebelumnya.

Faktanya enggak begitu lho. Yang benar, generasi milenial ternyata sangat sejalan dengan generasi X dalam hal berganti pekerjaan. Menurut analisis data dari Pew Research Center AS, pada tahun 2016, 22% milenial telah bekerja di sebuah perusahaan selama lima tahun atau lebih. Bandingkan dengan Gen X, mereka hanya 21,8% pekerja pada tahun 2000 (ketika mereka pada usia yang sama) bekerja lebih dari 5 tahun. Jadi milenial terbukti lebih loyal dibanding Gen X!

Mitos 4: Generasi Millenial Tidak Ambisius

Ternyata generasi milenial yang seringkali dicap sebagai generasi 'nyantai', tidak pedulian, dan sepak terjangnya kurang ambisius itu ternyata mitos lho. Ada satu kebiasaan milenial yang menjadi khas dari generasi ini, yaitu mereka sering kali 'mengadvokasi' diri mereka di tempat kerja yang dampaknya justru bagus buat kenaikan karirnya di tempat kerja. Luar biasa bukan?

Menurut penelitian dari Bank of America, generasi milenial lebih sering meminta kenaikan gaji, di mana ditemukan fakta bahwa 46% dari mereka dalam dua tahun terakhir selalu mengajukan kenaikan gaji. Bandingkan dengan generasi sebelumnya, hanya 36% dari generasi X dan 39% dari generasi Baby Boomer yang 'berani' melakukannya. Bahkan lebih baik hasilnya, generasi milenial memiliki kemampuan nego gaji yang rata-rata lebih baik, di mana 80% diterima! Dengan begitu, fenomena ini menjadi kunci keamanan finansial karena kenaikan gaji merupakan peluang untuk memiliki tabungan pensiun lebih mudah. Jika Anda meningkatkan tingkat tabungan Anda setiap kali mendapat kenaikan gaji, kamu akan makin mudah dan tanpa pusing berupaya untuk menghemat 10% hingga 15% dari penghasilan kamu untuk disisihkan untuk tabungan pensiun.

Mitos 5: Milenium Tidak Mau Membeli Rumah

Karena sudah banyak anggapan milenial tidak pintar mengelola keuangan, generasi ini pun dicap tidak mampu memiliki rumah hanya dikarenakan keuangannya yang tidak stabil. Mitos apa fakta? Kalau dilihat 4 poin di atas sudah jelas arahnya ke mana. Ternyata, milenial punya kemampuan yang tidak kalah dengan generasi sebelumnya dalam hal kepemilikan rumah.

Apa pun itu, itu tidak sepenuhnya benar. Penelitian NerdWallet dari AS sendiri dari 2017 menemukan fakta bahwa 82% dari generasi milenial menyatakan bahwa membeli rumah adalah prioritas. Malah hebatnya, pertimbangan yang mereka pegang untuk membeli rumah adalah bukan untuk ditempati, melainkan untuk disewakan sebagai penghasilan tambahan. Luar biasa!

Nah bicara soal penghasilan tambahan, kamu pengguna aplikasi pede, khususnya yang sudah upgrade ke pede Plus juga bisa dapat bonus saldo hingga Rp 1 juta. Caranya mudah, kamu ikutan program Member Get Member yang berlaku hingga 31 Maret 2019. Tinggal referensikan aplikasi pede dengan membagikan name tag kamu ke teman-temanmu sebanyak-banyaknya, pastikan teman kamu melakukan upgrade pede Plus dan minimal satu kali transaksi, dijamin dapat bonus saldo Rp 25ribu per satu referensi. Enggak percaya? Cobain pede sekarang…