60% Generasi Milenial Tidak Punya Uang Darurat Senilai Rp 14,5 Juta

23 Januari 2019

Pernah kebayangkah kamu bila sepeda motor kamu tiba-tiba rusak membutuhkan biaya reparasi yang sangat besar? Pernah kebayang juga tidak bila tiba-tiba saja membutuhkan uang besar untuk keperluan mendadak yang sangat genting? Mungkin kamu bisa saja tidak punya uang yang cukup untuk bayar itu semua, khususnya kalau kamu memang seorang milenial di mana kamu di umur rentang 22-37 tahun.

Mengacu artikel dari CNBC dan survey dari LendingTree, diketahui bahwa 6 dari 10 orang milenial tidak memiliki cukup uang untuk menangani biaya atau keperluan darurat senilai 1.000 dolar AS (ekivalen dengan Rp 14,5 juta). Ini artinya mereka harus mengumpulkan uangnya dulu, atau dengan meminjam uang, atau harus pakai kartu kredit, atau harus dengan menjual sesuatu dulu, agar keperluan darurat tersebut bisa ditangani dengan baik.

Survei tersebut adalah hasil dari kuisioner yang dilakukan pada November 2018 atas 1.000 orang dewasa di Amerika Serikat tentang tingkat tabungan mereka. Dari survei LendingTree ini, diperoleh juga fakta bahwa lebih dari setengah orang Amerika, 52 persen, juga tidak punya darurat sebesar 1.000 dolar AS.

Namun, dari telaah survei ini, ternyata generasi Baby Boomer (usia 54-72 tahun) memberikan porsi yang lebih terbaik, di mana sekitar 60 persen mengatakan mereka bisa menangani keadaan darurat senilai 1.000 dolar AS ini dengan menggunakan uang tunai atau tabungan. Begitu juga untuk kalangan Gen-Xers (usia 38-53 tahun), walau hanya sedikit lebih baik daripada generasi Milenial, sekitar 48 persen Gen X menyatakan bahwa mereka akan baik-baik saja dengan keadaan darurat tersebut.

Dari paparan di atas terungkap bahwa generasi milenial berada dalam lubang keuangan yang jauh terpuruk dibanding generasi sebelumnya. Fakta itu diperkuat dengan adanya temuan bahwa mereka memiliki kekayaan bersih rata-rata 34 persen lebih rendah daripada generasi sebelumnya di usia yang sama. Mengapa kaum milenial berjuang dalam ekonomi yang sedang booming?

Cara terbaik agar generasi milenial bisa hidup lebih baik adalah dengan menabung. Memiliki dana tabungan darurat adalah salah satu langkah paling penting untuk mengendalikan keuangan kamu. Sebagian besar ahli menyarankan agar kamu memiliki tiga hingga enam bulan biaya hidup yang disisihkan dalam akun yang diperuntukkan bagi keadaan darurat.

Tapi itu angka yang besar, kamu pun bisa saja keberatan karena porsi kebutuhan bulanan kamu masih mendominasi. Untuk itu, disarankan dengan memulailah dari yang kecil. Mulailah secara konsisten menabung dengan persentase kecil dari gaji atau penghasilan kamu dengan mengatur transfer otomatis. Ketika gaji kamu disetorkan, pindahkan uang secara otomatis dari rekening tabungan terpisah.

Salah satunya bisa kamu lakukan transfer automatis ke virtual account akun pede kamu, setelah itu pindahkan saldo itu ke pede Hasil Lebih. Sudah tahu dong apa alasannya? Ya, karena hanya pede Hasil Lebih yang kasih imbal hasil sebesar hingga 7% per tahun, sehingga saldo kamu bisa bertambah secara signifikan. Menguntungkan banget kan! Belum lagi, kamu juga bisa beli asuransi buat jaga-jaga dari kejadian darurat lho, seperti dengan produk SEKOCI atau Jaga Motorku.